By A Web Design

PARLIAMENT MAGAZINE NEWS

Pembahasan RAPBN 2013 Harus Teliti dan Profesional

Pembahasan RAPBN 2013 Harus Teliti dan Profesional


Pimpinan Dewan mengingatkan pembahasan dalam tataran Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2013 harus benar-benar dilakukan dengan penuh ketelitian dengan mengedepankan profesionalisme dalam menentukan kebijakan anggaran negara.

Hal itu disampaikan Ketua DPR Marzuki Alie dalam Pidato Ketua DPR pada Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2011-2012. Rapat Paripurna dilakukan di Gedung DPR Nusantara II senayan Jakarta, Senin (14/5) pagi.

Ketua DPR Marzuki Alie menambahkan, karena hasil Pembicaraan Pendahuluan akan menjadi dasar Pemerintah untuk menyusun besaran APBN 2013 yang akan disampaian oleh Presiden pada tanggal 16 Agustus 2012 yang akan datang, maka dalam kaitan ini Badan Anggaran akan membentuk empat Panitia Kerja agar pembahasannya lebih efisien dan efektif.

Read more...

 

Pantau Postur APBN 2012 Terkait Subsidi BBM

Pantau Postur APBN 2012 Terkait Subsidi BBM


Ketua DPR Marzuki Alie meminta seluruh anggota dewan memantau postur APBN 2012 terkait semakin membesarnya jumlah anggaran subsidi BBM saat ini.

"Langkah yang tepat adalah dilakukannya penghematan dan pengendalian BBM bersubsidi, mengingat subsidi BBM dalam APBN telah disepakati bersama Pemerintah,"ujarnya saat membacakan pidato pembukaan masa persidangan IV di Gedung DPR RI, Senin, (14/5).

Pimpinan Dewan, lanjutnya, mengharapkan,para Anggota Dewan hendaknya lebih pro-aktif menemukan kebijakan dan menggali ide-ide bersama Pemerintah, guna mencari solusi dalam mempertahankan besaran APBN-Perubahan 2012 yang telah disepakati, agar ekonomi nasional tetap terjaga dan APBN tetap sehat dan aman.

Untuk membahas dan menetapkan solusi yang tepat dan terukur. "Dewan berharap dapat dituangkan dalam kebijakan-kebijakan serta rencana aksi, dan kemudian dapat segera diimplementasikan agar ada kepastian di masyarakat,"ujarnya.

Read more...

 

Komisi I Jajaki Pembelian Tank Leopard

Komisi I Jajaki Pembelian Tank Leopard

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) membicarakan penjajakan pembelian Tank Loepard dan perjanjian transfer of technology (ToT) sebagai bagian dari rencana kontrak pembelian tersebut. “Komisi I DPR RI bertemu dengan pihak Kraus Maffei Wegmann & Co. KG Pabrik MBT Loparad, Presiden dan CEO KMW Mr.Frank Haun, di Munich Jerman,” kata Hayono Isman.

Read more...

 

WORKSHOP PKBL dan UKM

SUDAH TERBUKTI !!!

BANYAK ORANG YANG ASALNYA MISKIN
MENJADI SUKSES DAN  MENJADI MILIADER

KARENA
SEMINAR BISNIS DAN MOTIVASI

CONTOHNYA :
TUNG DESEM WARINGIN, BONG CHANDRA, TOMMY SIAWIRA,     PURDY E CANDRA DAN MASIH RIBUAN ORANG LAINNYA....
MEREKA SUDAH PUNYA BISNIS MILIARAN DALAM BERBAGAI BIDANG AL.  PROPERTY,HOTEL, LEMBAGA PENDIDIKAN, SEMINAR, EVENT ORGANIZER, BISNIS KULINER DSB.

MEREKA SUDAH KAYA RAYA DAN MENJADI TOKOH MOTIVATOR BISNIS NASIONAL
IKUTI WORKSHOP : “MEROKETKAN BISNIS UKM MENJADI BISNIS MILIARAN”

PEMBICARA : BPK. PANDU JAYANTO, BPK. DANIEL KIEMAS, BONG CHANDRA, PURDI E CANDRA, TOMMY SIAWIRA

TGL. 7 – 8 JUNI DI SMESCO, JAKARTA
DIJAMIN TIDAK AKAN KECEWA
HUB : FITRI 082112773067; HARSDY : 021 70078036




 

Ketua DPR Dianugerahi Gelar Adat oleh Masyarakat Dayak Malinau

Ketua DPR Dianugerahi Gelar Adat oleh Masyarakat Dayak Malinau


Lembaga-lembaga Adat se-Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur menganurahkan Nama dan Gelar Adat kepada Ketua DPR RI Marzuki Alie. Penganugerahan itu sebagai tanda penerimaan dan penghormatan dari masyarakat yang tinggal diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini.

Nama kehormatan yang diberikan adalah Yecung Nguyut Ulun. Yecung diambil dari seorang tokoh Dayak yang memiliki kemampuan dan kepekaan terhadap berbagai kondisi dan situsasi yang dihadapi. Ia menjadi sumber inspirasi dan informasi serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Ini merupakan tanda ikatan persaudaraan dari kami, didalamnya terkandung harapan kiranya pemberian nama dan gelar ini, peran tokoh adat Dayat tersebut tersalur dalam diri Bapak,” kata Pendeta Daniel Aco, Ketua Masyarakat Adat se-Kabupaten Malinau dalam upacara yang berlangsung di Gedung Pertemuan Pemkab Malinau, Selasa (8/5/12).

Ia menambahkan gelar Nguyut Ulun sengaja diberikan karena sesuai dengan peran sebagai Ketua DPR RI yaitu menjadi wakil dan panutan hidup bagi rakyat. Dipasangkan pula ikat kepala Sigar Sube, tanda kesiapan dan keberanian untuk berjuang menghadapi apapun dan tidak mundur selangkahpun demi memperjuangkan nasib rakyat.
Dalam pidatonya usai menerima pemberian gelar, Ketua DPR menyatakan upacara ini bukan sekedar seremonial tetapi merupakan pemberian beban dan tanggung jawab baginya. “Saya terima dengan hati yang paling bersih, rasa syukur, walaupun saya tahu itu adalah tanggung jawab. Saya tidak dalam posisi mencari-cari tanggung jawab karena sudah kebanyakan. Tetapi manakala itu diberikan maka adalah kewajiban kita untuk melaksanakannya,” tegasnya.
Ia menambahkan sejak menjadi Sekjen Partai Demokrat sering berkeliling daerah dan menemukan fakta kawasan timur Indonesia apalagi di perbatasan banyak yang masih tertinggal dibanding daerah lain.

“Wilayah perbatasan dengan negara tetangga merupakan kawasan terdepan bagi bangsa. Ini harus menjadi perhatian dan saya akan terus mendorong pemerintah mempercepat pembangun, mengejar ketertinggalan,” demikian Marzuki. (Dok. Humas)